Perintah Dasar Linux untuk Pengelola Server


Artikel ini akan memberikan pengenalan terhadap beberapa perintah dasar yang dapat anda manfaatkan untuk mengelola server linux anda melalui Shell.
Untuk semua perintah linux,  kita dapat menekan tombol <tab> sebanyak dua kali untuk melihat kemungkinan perintah yang dapat digunakan. Misalnya apabila ingin mengetahui command apa saja yang dimulai dengan huruf awal co, maka cukup ketikkan c lalu tekan <tab> dua kali, maka command-command dengan huruf awal co akan muncul.
# co <tab> 2x
col       colrm        comm       compgen     complete    consoletype
colcrt    column      command    compile_et  consolehelper  continue

grep

Global regular expresion parse atau grep adalah perintah untuk mencari file-file yang mengandung teks dengan kriteria yang telah Anda tentukan.

$ grep <teks> <file>

find

Untuk menemukan dimana letak sebuah file. Perintah ini akan mencari file sesuai dengan kriteria yang Anda tentukan. Sintaksnya adalah perintah itu sendiri diikuti dengan nama direktori awal pencarian, kemudian nama file (bisa menggunakan wildcard, metacharacters) dan terakhir menentukan bagaimana hasil pencarian itu akan ditampilkan. Misalnya akan dicari semua file yang berakhiran .doc di current direktori serta tampilkan hasilnya di layar:

$ find . -name *.doc -print
. /public/docs/account.doc
. /public/docs/balance.doc
. /public/docs/statistik/prospek.doc
./public/docs/statistik/presconf.doc

Help
Masing-masing perintah biasanya memiliki parameter yang dapat kita gunakan, hal ini dapat kita ketahui dengan mudah dengan mengetikkan tambahan (spasi) –help di perintah yang ingin kita pelajari lebih lanjut.

# ps –help
********* simple selection *********  ********* selection by list *********
-A all processes                      -C by command name
-N negate selection                   -G by real group ID (supports names)
-a all w/ tty except session leaders  -U by real user ID (supports names)

dan seterusnya

Pipe(|)
Pipe (|) dapat digunakan untuk mengkombinasikan dua atau lebih perintah demi mencapai output yang kita inginkan, perintah yang berbeda tersebut cukup dipisahkan dengan symbol “|”.
Contohnya apabila kita ingin memecah output yang kita dapat dari perintah listing (ls) yang lebih dari satu halaman, kita dapat menggunakan perintah more, hal ini akan menghentikan tampilan perhalaman. Atau kita ingin melakukan filter output dari ps, misalnya hanya ingin menampilkan baris yang memiliki kata nginx, dapat dilakukan dengan menggunakan grep;

# ps aux | grep nginx
root     10148  0.0  0.3  42948  1012 ?        Ss   21:42   0:00 nginx: pengguna process /usr/local/sbin/nginx
nobody   10149  0.0  0.8  43848  2316 ?        S    21:42   0:00 nginx: worker process
nobody   10150  0.0  0.8  43716  2196 ?        S    21:42   0:00 nginx: worker process

cp
Untuk menyalin file atau copy. Misalnya untuk menyalin file1 menjadi file2:

$ cp <file1> <file2>

df
Digunakan untuk melihat informasi filesystem pada setiap partisi. Namun yang biasa digunakan adalah df -h karena tampilannya mudah dimengerti oleh kita, beberapa parameter lain dapat dimanfaatkan untuk merubah preferensi yang anda inginkan.

# df -h
Filesystem            Size  Used Avail Use% Mounted on
/dev/sda1              40G   17G   21G  46% /
varrun                 512M   84K  512M   1% /var/run
varlock                512M     0  512M   0% /var/lock
udev                   512M   16K  512M   1% /dev
devshm               512M     0  512M   0% /dev/shm
none                   512M     0  512M   0% /dev/shm

ps
ps adalah perintah yang digunakan jika kita perlu mengecek proses yang berjalan pada server. Contoh perintah ps dasar adalah ps -aux, karena semua proses yang berjalan akan tampil.  Bila kita hanya ingin melihat suatu proses (misalnya apache), maka gunakan perintah ps -aux | grep apache.

top
Menampilkan statistik sistem dan detil terhadap proses di server yang aktif.

w
Untuk melihat siapa saja yang sedang login pada server

netstat
Menampilkan ringkasan koneksi network dan status socket yang sedang berjalan di server. Kita dapat mengkhususkan ke port tertentu (misalnya port 80), maka perintah yang dapat digunakan adalah

netstat | grep :80

yum / apt-get
yum merupakan perintah manipulasi paket yang biasanya digunakan oleh distribusi linux berbasis rpm seperti Redhat, CentOS dan Fedora, sementara apt-get digunakan oleh distribusi linux berbasis debian seperti Debian dan Ubuntu. Manipulasi file dengan package management akan sangat tergantung kepada distribusi linux yang digunakan.
Untuk menginstall atau update paket, dapat menggunakan perintah:

yum install <nama paket>
apt-get install <nama paket>

Atau kalau kita perlu mengupdate packet, dapat gunakan perintah:

yum update <nama paket>

Atau untuk mencari paket yang tersedia sesuai dengan keyword yang kita masukkan dapat dilakukan dengan cara;

yum search keyword

free

Digunakan untuk melihat sisa memory dan swap yang terpakai, umumnya digunakan free -m yaitu mengecek memory dengan satuan MB. Contoh penggunaan:

free -m
total       used       free     shared    buffers     cached
Mem:          1024        387        636          0        154         98
-/+ buffers/cache:        135        888
Swap:         2047          0       2047

wget
Dapat digunakan untuk mendownload file, grab website, mirroring,dll. Berikut contoh-contoh penggunaannya
Mendownload file dari server:

wget http://www.goldendrake.web.id/contoh.txt
Mendownload dengan sistem meresume file:
wget -c http://www.goldendrake.web.id/contoh.txt
Mendownload dan dijadikan background, sehingga kita bisa mengerjakan yang lain sementara file didownload:
wget -b http://www.goldendrake.web.id/contoh.txt


kill
Seperti namanya, command ini digunakan untuk membunuh atau menghentikan sebuah proses. Biasanya sebelum menggunakan kill, maka terlebih dahulu kita menjalankan perintah ps untuk melihat ID proses yang ingin dikill.

$ ps aux | grep apache2
www-data  9576  0.0  0.2  11272  2156 ?        S    Sep06   0:00 /usr/sbin/apache2 -k start
www-data  9577  0.0  0.1  11456  2020 ?        S    Sep06   0:00 /usr/sbin/apache2 -k start
www-data  9578  0.0  0.3 185916  3588 ?        Sl   Sep06   0:00 /usr/sbin/apache2 -k start
www-data 10523  0.0  0.3 185912  3596 ?        Sl   Sep06   0:00 /usr/sbin/apache2 -k start

Lalu untuk menghentikan prosesnya, kita mengetikkan command kill disertai -9 [yang berarti eksekusi] dan PID IDnya:

kill -9 1537

ifconfig
Perintah ini digunakan untuk melihat konfigurasi IP yang sudah ada pada network interface yang ada dalam server kita. Perintah ifconfig juga dapat dipakai untuk menentukan alamat IP dan netmask pada suatu interface. Contoh penggunaan ifconfig untuk melihat konfigurasi ethernet tertentu

# ifconfig -eth0
eth0    Link encap:Ethernet  HWaddr aa:00:21:fa:62:01
inet addr:117.103.xx.xxx  Bcast:117.103.xx.255  Mask:255.255.255.0
inet6 addr: fe80::a800:21ff:fefa:6201/64 Scope:Link
UP BROADCAST RUNNING MULTICAST  MTU:1500  Metric:1
RX packets:3052329 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:123389 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:1000
RX bytes:895150664 (853.6 MB)  TX bytes:20386246 (19.4 MB)

last
Perintah ini digunakan untuk melihat orang yang login terakhir.
# last
test   pts/0        117.103.52.34    Mon Sep  7 15:37   still logged in


locate
Digunakan untuk mencari file berdasarkan nama file atau berdasarkan keyword.
locate <nama file>

tail

Digunakan untuk menampilkan potongan akhir file.

tail /var/log/messages #melihat 10 baris terakhir dari /var/log/messages
tail -f /var/log/messages # melihat line dari /var/log/messages secara terus menerus

ping
Sama seperti windows, linux juga dapat mengecek komunikasi antar komputer dalam sebuah jaringan melalui protokol TCP/IP.

ping ip.address.atau.hostname

traceroute
Traceroute biasa digunakan untuk mengetest koneksi link terhadap suatu server. Perintah ini akan menampilkan routing paket TCP/IP dari host kita ke host yang dituju.

traceroute ip.address.atau.hostname

shutdown
Perintah ini digunakan untuk mematikan atau mereboot sistem.

shutdown -r now # akan melakukan restart

Bila kita ingin mematikan server, maka commandnya adalah:

shutdown -h now

pwd
Digunakan untuk melihat kita berada di direktori mana.

pwd

/home/test

Berarti kita berada di folder /home/test

tambahan sebagai rangkuman :

Spoiler for Hiden:
Instalasi paket secara offline

#rpm -i (direktori)(nama paket)-(versi).rpm

Instalasi paket dengan repo

#yum -y install (nama paket)

Menampilkan info direktori paket tertentu yang terinstall

#rpm -ql (nama paket)

contoh: #rpm -ql squid

Menampilkan paket-paket yang telah diinstalasi di dalam sistem

#rpm -qa

Mencari paket tertentu

#yum search (nama paket)

Membuang/uninstall paket

#rpm -e (nama paket)

contoh: #rpm -e squid

Mengetahui versi paket

#rpm -qf (nama paket)

contoh: #rpm -qf `which squid`

Memperbarui paket

#yum update

One thought on “Perintah Dasar Linux untuk Pengelola Server”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s